Skip to main content

Membangun kemandirian pangan melalui Ekplorasi sumber Pangan Lokal.

 Membangun kemandirian pangan melalui Ekplorasi sumber Pangan Lokal. 

1.Pangan adalah kebutuhan yang paling mendasar dari suatu bangsa. Banyak contoh negara dengan sumber ekonomi cukup memadai tetapi mengalami kehancuran karena tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan bagi penduduknya. Dalam sejarah juga menunjukkan bahwa strategi pangan banyak digunakan untuk menguasai pertahanan musuh. Dengan adanya ketergantungan pangan, suatu bangsa akan sulit lepas dari penguasaan penjajah/musuh. Dengan demikian upaya untuk mencapai kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional bukan hanya dipandang dari sisi untung rugi ekonomi saja tetapi harus disadari sebagai bagian yang mendasar bagi ketahanan nasional yang harus dilindungi.

2.Indonesia memiliki potensi besar untuk mampu mencapai kemandirian pangan ditinjau dari keragaman pangan lokal dan ketersediaan sumber daya alam. Indonesia memiliki banyak sekali tanaman sumber karbohidrat yang dapat diolah sebagai makanan pokok maupun kudapan. Beberapa wilayah telah memanfaatkan sumber pangan tersebut sebagai produk pangan lokal. Pemberdayaan kembali pangan lokal di masing-masing daerah diperlukan guna mengurangi ketergantungan terhadap salah satu jenis pangan tertentu. Sebagai contoh, pemanfaatan sagu yang merupakan tanaman khas Maluku sebagai makanan pokok di daerah Maluku dan sekitarnya guna mengurangi ketergantungan pada beras. Jika hal ini dilakukan secara terus menerus di seluruh masyarakat Indonesia, ketahanan pangan nasional berbasis kemandirian pangan akan dapat diwujudkan.

3.Ketersediaan sumber daya alam juga harus dioptimalkan pemanfaatannya melalui penanganan pasca panen dan teknologi pengolahan yang baik. Teknologi penanganan dan pengolahan yang efektif serta efisien akan mampu meningkatkan nilai guna dan nilai jual komoditas hasil pertanian. Teknologi tersebut biasanya juga dapat diaplikasikan oleh produsen lokal, sehingga peningkatan nilai jual komoditas tidak hanya dinikmati oleh produsen besar.

4.Ide gagasan untuk turut mensukseskan kemandirian pangan nasional tersebut dapat wujudkan melalui dua hal yakni diversifikasi dan eksplorasi potensi pangan lokal. Diversifikasi atau penganekaragaman jenis olahan perlu dilakukan guna menarik minat masyarakat terhadap pangan lokal. Sedangkan kekayaan sumber pangan dapat dieksplorasi manfaatnya melalui penggunaan teknologi.

5.Oleh karena itu,dirasa perlu bagi teknologi pangan untuk melalukan riset guna mendapatkan teknologi pengolahan yang tepat.Hasil riset ini diharapkan dapat diaplikasikan oleh industri nasional, sehingga mampu bersaing dengan industri asing. Dan juga dapat melakukan pendampingan masyarakat guna memacu pertumbuhan industri pangan lokal yang berbasis sosial. Melalui dukungan dua hal tersebut,kemajuan pangan dan ketahanan pangan nasional yang berbasis teknologi serta kemandirian pangan lokal dapat diwujudkan.

Harisun achmad [ agroteknologi umy 2021 ]

agroteknologi.umy.ac.id


Comments

Popular posts from this blog

Cara Membuat Kompos dari Tandan Kosong Sawit (TKKS)

  Cara Membuat Kompos dari Tandan Kosong Sawit (TKKS) Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) adalah limbah padat yang dihasilkan setelah proses pengambilan minyak dari buah sawit di pabrik. Dalam praktik pertanian modern yang berkelanjutan, TKKS dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku utama untuk pembuatan kompos organik . Pengomposan TKKS tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi yang berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah di kebun sawit maupun tanaman lainnya. Mengapa TKKS Cocok untuk Kompos? TKKS memiliki kandungan bahan organik yang cukup tinggi, seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Meskipun kandungan nutrisinya tidak secepat larut seperti pupuk kimia, TKKS mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas air, serta menjadi sumber energi bagi mikroorganisme tanah. Namun karena strukturnya berserat kasar dan lambat terurai, pengolahan TKKS menjadi kompos perlu proses khusus agar hasilnya optimal. Bahan dan ...

Perbandingan Biaya Budidaya Sawit Konvensional vs Organik: Mana yang Lebih Efisien?

  Perbandingan Biaya Budidaya Sawit Konvensional vs Organik: Mana yang Lebih Efisien? Budidaya kelapa sawit adalah salah satu kegiatan pertanian paling strategis di Indonesia. Namun, seiring meningkatnya kesadaran akan lingkungan dan pasar yang mulai menuntut keberlanjutan, pertanian sawit organik mulai dilirik sebagai alternatif dari sistem konvensional. Lantas, bagaimana perbandingan biaya antara budidaya sawit konvensional dan organik? Apakah sawit organik lebih mahal? Atau justru lebih efisien dalam jangka panjang? 1. Biaya Budidaya Sawit Konvensional Sistem konvensional mengandalkan penggunaan pupuk kimia, pestisida sintetis, dan input-input agrikimia lainnya. Meskipun produktivitas awal bisa tinggi, sistem ini punya risiko biaya berulang yang besar, serta potensi kerusakan tanah dalam jangka panjang. Rincian Estimasi Biaya (per hektare per tahun): Komponen Biaya (Rp) Pupuk kimia (NPK, urea, KCl) 7.000.000 – 10.000.000 Pestisida & herbisida 3.000.000 – 4.500.000 Tena...

Budidaya Sawit Organik: Masa Depan Pertanian Ramah Lingkungan

Budidaya Sawit Organik : Masa Depan Pertanian Ramah Lingkungan Kelapa sawit selama ini dikenal sebagai komoditas utama penghasil minyak nabati dunia, namun juga sering mendapat sorotan negatif akibat dampak lingkungan dari praktik budidaya konvensional. Padahal, dengan pendekatan yang tepat, sawit bisa dibudidayakan secara organik dan berkelanjutan tanpa merusak lingkungan. Budidaya sawit organik bukan hanya tren masa depan, tetapi juga solusi nyata untuk pertanian yang lebih ramah bumi. Apa Itu Budidaya Sawit Organik? Budidaya sawit organik adalah sistem pertanian yang tidak menggunakan pupuk kimia sintetis, pestisida buatan, atau rekayasa genetika, melainkan memanfaatkan bahan-bahan alami dan teknik ekologis untuk menunjang pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah. Tujuan utamanya adalah menciptakan kebun sawit yang produktif, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, kesehatan petani, dan keberlanjutan jangka panjang. Manfaat Budidaya Sawit Organik Menjaga kesuburan tanah secara alam...