Skip to main content

peran generasi muda dalam pengembangan pertanian berkelanjutan

A. Peran Generasi Muda dalam Pengembangan Pertanian Berkelanjutan  

1.Peran generasi muda dalam pembangunan pertanian sangatlah penting untuk meningkatkan pertanian di indonesia .oleh kerena itu anak muda harus di dorong agar tertarik dengan sektor pertanian . pemuda harus memiliki motivasi dalam bidang pertanian untuk mengerakan pertanian di indonesia.

2.Generasiper muda dapat mengelolah pertanian , kemudian dijual dipasarkan kepada konsumen . generasi muda diharapakan dapat melakukan pendekatan langsung kepada petani . para generasi muda pada saat ini banyak diharapkan oleh para petani . petani bisa percaya pada generasi muda jika telah menunjukan buktinya dan hasilnya yang telah di implementasikan oleh para pemuda.

3.Generasi muda dapat berperan dalam pemutusan rantai permasalahan yang panjang . Generasi mudah dapat mengumpulkan    hasil pertanian suatu desa dan masyarakatnya secara lengsung pada konsumenya akhir. Kkonsumen akhir yang dimaksud adalah suatu organisasi atau badan yang membutuhkan bahan pangan dalam jumblah banyak.Beberapa contohnya adalah seperti rumah sakit ,Asrama, Pondok Pesantren .hal tersebut menguntungkan kedua belah pihak karena petani mendapat harga yang lebih tingi serta konsumen dapat memperoleh bahan pangan dengan murah namun tidak serendah harga yang ditawarkan oleh tengkulak .

4.Pemuda juga dapat mengambil peran yaitu : mengambil peran besar dalam peroses pembuatan kebijakan sektor pertanian .      kebijakan kebijakan pertanian yang di hasilkan oleh pemerintah ataupun perlu mendapat masukan dan pengawalan yang kritis    dan konstrkutif dari para pemuda yang pemuda yang refomis . pada fase inilah para pemuda dapat mengeluarkan gagasan-          gagasan cemerlangnya untuk kemajuan petani dan pertanian indonesia . 

5.Melakukan pengawasan terhadap progam-progam pertanian , peran penting tidak hanya berhenti dalam kontribusi pemikiran kebijakan . bagaimana agar progam yang disusun dapat direalisasikan sesuwai dengan sasaran dan terget yang telah ditetapkan . melakukan pencerdasan pendampingan dan upaya pemberdayaan petani muda pada dasarnya adalah bagaian dari masyarakat . 

harisun achmad [argoteknologi umy 2021 ]

agroteknologi.umy.ac.id



Comments

Popular posts from this blog

Cara Membuat Kompos dari Tandan Kosong Sawit (TKKS)

  Cara Membuat Kompos dari Tandan Kosong Sawit (TKKS) Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) adalah limbah padat yang dihasilkan setelah proses pengambilan minyak dari buah sawit di pabrik. Dalam praktik pertanian modern yang berkelanjutan, TKKS dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku utama untuk pembuatan kompos organik . Pengomposan TKKS tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi yang berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah di kebun sawit maupun tanaman lainnya. Mengapa TKKS Cocok untuk Kompos? TKKS memiliki kandungan bahan organik yang cukup tinggi, seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Meskipun kandungan nutrisinya tidak secepat larut seperti pupuk kimia, TKKS mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas air, serta menjadi sumber energi bagi mikroorganisme tanah. Namun karena strukturnya berserat kasar dan lambat terurai, pengolahan TKKS menjadi kompos perlu proses khusus agar hasilnya optimal. Bahan dan ...

Perbandingan Biaya Budidaya Sawit Konvensional vs Organik: Mana yang Lebih Efisien?

  Perbandingan Biaya Budidaya Sawit Konvensional vs Organik: Mana yang Lebih Efisien? Budidaya kelapa sawit adalah salah satu kegiatan pertanian paling strategis di Indonesia. Namun, seiring meningkatnya kesadaran akan lingkungan dan pasar yang mulai menuntut keberlanjutan, pertanian sawit organik mulai dilirik sebagai alternatif dari sistem konvensional. Lantas, bagaimana perbandingan biaya antara budidaya sawit konvensional dan organik? Apakah sawit organik lebih mahal? Atau justru lebih efisien dalam jangka panjang? 1. Biaya Budidaya Sawit Konvensional Sistem konvensional mengandalkan penggunaan pupuk kimia, pestisida sintetis, dan input-input agrikimia lainnya. Meskipun produktivitas awal bisa tinggi, sistem ini punya risiko biaya berulang yang besar, serta potensi kerusakan tanah dalam jangka panjang. Rincian Estimasi Biaya (per hektare per tahun): Komponen Biaya (Rp) Pupuk kimia (NPK, urea, KCl) 7.000.000 – 10.000.000 Pestisida & herbisida 3.000.000 – 4.500.000 Tena...

Budidaya Sawit Organik: Masa Depan Pertanian Ramah Lingkungan

Budidaya Sawit Organik : Masa Depan Pertanian Ramah Lingkungan Kelapa sawit selama ini dikenal sebagai komoditas utama penghasil minyak nabati dunia, namun juga sering mendapat sorotan negatif akibat dampak lingkungan dari praktik budidaya konvensional. Padahal, dengan pendekatan yang tepat, sawit bisa dibudidayakan secara organik dan berkelanjutan tanpa merusak lingkungan. Budidaya sawit organik bukan hanya tren masa depan, tetapi juga solusi nyata untuk pertanian yang lebih ramah bumi. Apa Itu Budidaya Sawit Organik? Budidaya sawit organik adalah sistem pertanian yang tidak menggunakan pupuk kimia sintetis, pestisida buatan, atau rekayasa genetika, melainkan memanfaatkan bahan-bahan alami dan teknik ekologis untuk menunjang pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah. Tujuan utamanya adalah menciptakan kebun sawit yang produktif, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, kesehatan petani, dan keberlanjutan jangka panjang. Manfaat Budidaya Sawit Organik Menjaga kesuburan tanah secara alam...