Skip to main content

Persiapan Lahan dan Tanam VANILI



                                                                   Tanaman Vanili


 1. menyiapkan lahan untuk budidaya vanili 

Berikut syarat-syaratnya : 

# Tanaman vanili memerlukan cahaya namun tidak terlalu panas.

# Tanaman vanili dapat tumbuh dengan baik pada suhu 18℃-23℃.

# Tanah yang gembur dan agak lembab sangat cocot untuk budidaya tanaman vanili.

# Pemupukan sebaiknya dilakukan dengan pupuk organik agar tidak mengubah tekstur 

   tanah tersebut dan supaya tidak merusak lingkungan sekitar.

# Sebaiknya tanaman vanili di beri naungan pohon yang tumbuh supaya lebih tinggi sehingga tidak               terlalu  panas.

2. tanah yang cocok untuk penanaman vanili

vanili sangat menyukai jika tumbuh di tanah humus, tanah yang memiliki struktur tanah yang baik dan memiliki irigasi dan drainasenya yang baik. serta tanahnya pun harus gembur sehingga mudah di tembus oleh akar tanaman vanili. sebab, tanaman vanili memiliki akar yang dangkal sehingga perlu diperhatikan ketersediaan unsur organiknya.

3. kandungan nutrisi dalam tanahnya.

selain itu tanah dengan kandungan ca ( kalsium ) yang berasal dari batu kapur sangat cocot di tanami vanili. keadaan kadar tanah juga berkisaran 6-7 memungkinkan tanaman vanili terhindar dari busuk batang. kecukupan nutrisi tanah seperti kadar natrium, fosfor, kalsium dan magnesium sebagai nutrisi utama bagi tanaman vanili sangat menentukan pertumbuhan vanili.

4. Penanaman Vanili

    Berikut cara penanaman vanili.

# Untuk penanaman vanili di perkarangan pastikan lahan sudah sesuai dengan kondisi yang                       dibutuhkan  oleh tanaman vanili.

# Sebelum melakukan penanaman ada lebih baik tanah di pupuk terlebih dahulu. untuk memastikan           yang baik perlu adanya guludan agar air dapat mengalir dengan baik.

# Buat lubang tanam pada guludan dan tanam vanili dan tanam vanili pada lubang kemudian tancapkan     tiang penyangga di dekat tanaman vanili karena pada dasar tanaman vanili tanaman yang menjalar         yang membutuhkan tiang penyangga.

5. perawatan tanaman vanili.

    cara merawat vanili pada saat proses budidaya adalah melakukan penyiraman sesuai dengan kondisi tanah. usahakan tanah tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah karena tanaman vanili tidak tahan kekeringan sehingga perlu di buat mulsa atau di beri bahan organik. juga tanaman vanili tidak tahan genangan air sehingga perlu dibuat parit supaya air tidak mengenang di sekitar tanaman vanili.

pemangkasan tanaman vanili.

untuk melakukan pemangkasan pada tanaman vanili ada tiga jenis pemangkasan saat budidaya berlangsung : 

1. pemangkasan bentuk 

dengan cara memotong 15 cm bagian ujung tanaman vanili yang di lengkungkan dan menyisahkan 3 baik yang di pelihara.

2. pemangkasan produksi

di lakukan saat vanili berumur 24-36 bulan biasanya tanaman vanili mulai berbunga namun harus dirangsang dengan pemangkasan. pemangkasan dilakukan dengan memotong 2-3 pucuk tanaman sekitar 2 bulan sebelum masa berbunga.

3. pemangkasan peremajaan 

dilakukan setelah panen untuk merangsang peremajaan tunas baru.

pemupukan vanili

tanaman vanili yang dibudidayakan secara organik di beri pupuk 5-10 kg/pohon di awal musim penghujan. mengapa pemupukan di lakukan di awal musim penghujan karena jika kita melakukan pemupukan di waktu musim penghujan maka pupuk yang kita berikan terhadap tanaman vanili akan terseret oleh air hujan jadi akan sia sia kita memberikan pupuk.

waktu yang paling tepat untuk memberikan pupuk adalah saat awal musim penghujan atau di akhir musim penghujan. sementara pupuk daun di berikan 1-2 minggu sekali dengan dosis 8-10 g/liter. 

pemupukan melalui tanah dilakukan di lakukan di awal dan di akhir musim hujan. 

dosis untuk tanaman vanili di bawah umur 2 tahun adalah 20-40 g urea , 35-70 g tsp , dan 40-80 g KCL per tahun. sedangkan untuk tanaman vanili yang berumur 2 tahun ke atas adalah 40-80 g urea , 70-140 g tsp , dan 80-160 g KCL per tahunya.

buah vanili dapat dipanen saat berumur 2 hingga 3 tahun biasanya panen dilakukan setahun sekali masa panen 2-3 bulan penuh. buah vanili yang telah siap panen di tandai dengan warna hijau dengan pucuk berwarna kuning.

# oh iya kawan tanaman vanili ini sangan cocok di tanam di Indonesia dengan iklim tropis biasanya tanaman vanili ini ditanam di ketinggian 400-700 m di atas permukaan air laut. juga vanili di Indonesia ini memiliki keunggulan tersendiri di bandingkan dengan negara-negara lain dengan mutu 2,75 % sedangkan standar yang telah di tetapkan minimal 2,25 % saja. jadi kita lebih unggul dari negara-negara lain ayo semangat bagi petani muda Indonesia jangan malu kita sebagai anak muda untuk bertani karena bertani itu bagian dari mempertahankan pangan bangsa.

Penulis : HARISUN ACHMAD anak dari seorang petani dan ingin menjadi petani yang sukses yang dapat mempertahan kan pangan Indonesia.

 



Comments

Popular posts from this blog

Cara Membuat Kompos dari Tandan Kosong Sawit (TKKS)

  Cara Membuat Kompos dari Tandan Kosong Sawit (TKKS) Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) adalah limbah padat yang dihasilkan setelah proses pengambilan minyak dari buah sawit di pabrik. Dalam praktik pertanian modern yang berkelanjutan, TKKS dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku utama untuk pembuatan kompos organik . Pengomposan TKKS tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi yang berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah di kebun sawit maupun tanaman lainnya. Mengapa TKKS Cocok untuk Kompos? TKKS memiliki kandungan bahan organik yang cukup tinggi, seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Meskipun kandungan nutrisinya tidak secepat larut seperti pupuk kimia, TKKS mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas air, serta menjadi sumber energi bagi mikroorganisme tanah. Namun karena strukturnya berserat kasar dan lambat terurai, pengolahan TKKS menjadi kompos perlu proses khusus agar hasilnya optimal. Bahan dan ...

Perbandingan Biaya Budidaya Sawit Konvensional vs Organik: Mana yang Lebih Efisien?

  Perbandingan Biaya Budidaya Sawit Konvensional vs Organik: Mana yang Lebih Efisien? Budidaya kelapa sawit adalah salah satu kegiatan pertanian paling strategis di Indonesia. Namun, seiring meningkatnya kesadaran akan lingkungan dan pasar yang mulai menuntut keberlanjutan, pertanian sawit organik mulai dilirik sebagai alternatif dari sistem konvensional. Lantas, bagaimana perbandingan biaya antara budidaya sawit konvensional dan organik? Apakah sawit organik lebih mahal? Atau justru lebih efisien dalam jangka panjang? 1. Biaya Budidaya Sawit Konvensional Sistem konvensional mengandalkan penggunaan pupuk kimia, pestisida sintetis, dan input-input agrikimia lainnya. Meskipun produktivitas awal bisa tinggi, sistem ini punya risiko biaya berulang yang besar, serta potensi kerusakan tanah dalam jangka panjang. Rincian Estimasi Biaya (per hektare per tahun): Komponen Biaya (Rp) Pupuk kimia (NPK, urea, KCl) 7.000.000 – 10.000.000 Pestisida & herbisida 3.000.000 – 4.500.000 Tena...

Budidaya Sawit Organik: Masa Depan Pertanian Ramah Lingkungan

Budidaya Sawit Organik : Masa Depan Pertanian Ramah Lingkungan Kelapa sawit selama ini dikenal sebagai komoditas utama penghasil minyak nabati dunia, namun juga sering mendapat sorotan negatif akibat dampak lingkungan dari praktik budidaya konvensional. Padahal, dengan pendekatan yang tepat, sawit bisa dibudidayakan secara organik dan berkelanjutan tanpa merusak lingkungan. Budidaya sawit organik bukan hanya tren masa depan, tetapi juga solusi nyata untuk pertanian yang lebih ramah bumi. Apa Itu Budidaya Sawit Organik? Budidaya sawit organik adalah sistem pertanian yang tidak menggunakan pupuk kimia sintetis, pestisida buatan, atau rekayasa genetika, melainkan memanfaatkan bahan-bahan alami dan teknik ekologis untuk menunjang pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah. Tujuan utamanya adalah menciptakan kebun sawit yang produktif, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, kesehatan petani, dan keberlanjutan jangka panjang. Manfaat Budidaya Sawit Organik Menjaga kesuburan tanah secara alam...