Skip to main content

Penyelamatan Lingkungan Melalui Pertanian Berkelanjutan.

 Penyelamatan Lingkungan Melalui Pertanian Berkelanjutan. 

Lingkungan merupakan suatu ekosistem yang harus dijaga keasriannya. Semakin hari semakin kurangnya akan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan khususnya lingkungan sekitar yang mereka sering lihat dan sekitar yang mereka tempati. Beberapa pencemaran lingkungan terjadi akibat ulah manusia itu sendiri maka peran manusia sebagai khalifah di dunia ini tidak dijalankan sesuai apa yang diperintahkan-Nya untuk selalu menjaga lingkungan. Keadaan di beberapa tempat malahan seperti tidak ada penghuninya mereka acuk tak acuh terhadap lingkungan yang tidak terawat, tidak terjaga keasriannya padahal dalam kondisi yang tidak baik itu dapat menimbulkan beberapa penyakit dan memang tidak baik untuk kesehatan. Sebagai seorang yang mencintai lingkungannya maka seharusnya memelihara sebaik mungkin lingkungan disekitar mereka dengan mempertimbangkan beberapa aspek yang menuntunnya untuk selalu menjaga lingkungan. Ada beberapa pencegahan agar lingkungan tidak mengalami kerusakan yaitu:

A.Membersihakan dan menjaga lingkungan sekitar

Pemeliharaan lingkungan sekitar bisa dilakukan dengan bersih-bersih secara bersama ataupun gotong royong sehingga terciptalah lingkungan yang asri dan tetap melestarikan tumbuhan disekitar jalan raya.

B.Menggunakan pupuk organik

Penggunaan pupuk organik sangat berpengaruh pada keadaan lingkungan, pencemaran tidak terjadi jika memakai organik.

C.Membudidayakan tanaman

Penghijauan tanaman perlu diterapkan pada setiap individu dengan cara menanam tanaman dan memeliharanya dengan baik.

D.Penggunaan teknologi yang ramah akan lingkungan

Teknologi di bidang pertanian sangat banyak yang bermanfaat untuk memudahkan para petani tetapi penggunaan teknologi juga harus aman untuk lingkungan pertanian supaya tidak terjadi keruskan.

E.Tidak mengalihfungsikan lahan pertanian

Lahan pertanian merupakan dasar untuk melakukan suatu penanaman tetapi akhir-akhir ini terjadi ahli fungsi lahan yang menyebabkan menurunnya lahan pertanian. Pemeliharaan lahan pertanian perlu dilakukan karena jika tidak maka akan terus terulang pengalihan fungsi lahan.

Penyelamatan lingkungan bisa dilakukan dengan hal yang kecil terlebih dahulu dengan mempertimbangkan bahwa lingkungan itu harus dijaga dan dipelihara untuk nanti kedepannya, sebagai generasi muda pertanian berkelanjutan maka cintailah produk yang alami dan tidak merusak lingkungan. Jika lingkungan terjaga maka hidup di bumi juga akan lebih merasakan kenyamanannya.

Harisun achmad [ agroteknologi umy 2021 ]

agroteknologi.umy.ac.id

Comments

Popular posts from this blog

Cara Membuat Kompos dari Tandan Kosong Sawit (TKKS)

  Cara Membuat Kompos dari Tandan Kosong Sawit (TKKS) Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) adalah limbah padat yang dihasilkan setelah proses pengambilan minyak dari buah sawit di pabrik. Dalam praktik pertanian modern yang berkelanjutan, TKKS dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku utama untuk pembuatan kompos organik . Pengomposan TKKS tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi yang berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah di kebun sawit maupun tanaman lainnya. Mengapa TKKS Cocok untuk Kompos? TKKS memiliki kandungan bahan organik yang cukup tinggi, seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Meskipun kandungan nutrisinya tidak secepat larut seperti pupuk kimia, TKKS mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas air, serta menjadi sumber energi bagi mikroorganisme tanah. Namun karena strukturnya berserat kasar dan lambat terurai, pengolahan TKKS menjadi kompos perlu proses khusus agar hasilnya optimal. Bahan dan ...

Perbandingan Biaya Budidaya Sawit Konvensional vs Organik: Mana yang Lebih Efisien?

  Perbandingan Biaya Budidaya Sawit Konvensional vs Organik: Mana yang Lebih Efisien? Budidaya kelapa sawit adalah salah satu kegiatan pertanian paling strategis di Indonesia. Namun, seiring meningkatnya kesadaran akan lingkungan dan pasar yang mulai menuntut keberlanjutan, pertanian sawit organik mulai dilirik sebagai alternatif dari sistem konvensional. Lantas, bagaimana perbandingan biaya antara budidaya sawit konvensional dan organik? Apakah sawit organik lebih mahal? Atau justru lebih efisien dalam jangka panjang? 1. Biaya Budidaya Sawit Konvensional Sistem konvensional mengandalkan penggunaan pupuk kimia, pestisida sintetis, dan input-input agrikimia lainnya. Meskipun produktivitas awal bisa tinggi, sistem ini punya risiko biaya berulang yang besar, serta potensi kerusakan tanah dalam jangka panjang. Rincian Estimasi Biaya (per hektare per tahun): Komponen Biaya (Rp) Pupuk kimia (NPK, urea, KCl) 7.000.000 – 10.000.000 Pestisida & herbisida 3.000.000 – 4.500.000 Tena...

Budidaya Sawit Organik: Masa Depan Pertanian Ramah Lingkungan

Budidaya Sawit Organik : Masa Depan Pertanian Ramah Lingkungan Kelapa sawit selama ini dikenal sebagai komoditas utama penghasil minyak nabati dunia, namun juga sering mendapat sorotan negatif akibat dampak lingkungan dari praktik budidaya konvensional. Padahal, dengan pendekatan yang tepat, sawit bisa dibudidayakan secara organik dan berkelanjutan tanpa merusak lingkungan. Budidaya sawit organik bukan hanya tren masa depan, tetapi juga solusi nyata untuk pertanian yang lebih ramah bumi. Apa Itu Budidaya Sawit Organik? Budidaya sawit organik adalah sistem pertanian yang tidak menggunakan pupuk kimia sintetis, pestisida buatan, atau rekayasa genetika, melainkan memanfaatkan bahan-bahan alami dan teknik ekologis untuk menunjang pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah. Tujuan utamanya adalah menciptakan kebun sawit yang produktif, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan, kesehatan petani, dan keberlanjutan jangka panjang. Manfaat Budidaya Sawit Organik Menjaga kesuburan tanah secara alam...